26 Desember 2013

Pengaruh Budaya K-pop

Oleh: Sopliadi


         Sadar atau tidak, segala simbolisme Budaya Pop sangat berpengaruh terhadap eksistensi dan autentisitas kebudayaan lokal. Di sini, implikasinya akan terlihat ketika budaya lokal didominasi oleh budaya kontemporer. Apalagi di Indonesia, negara yang sedang mencoba duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan bangsa luar. Apapun itu yang bersifat baru datang ke-Indonesia ditelan bulat-bulat tanpa peduli dengan makna yang terkandung di dalamnya.
Dinamika kehidupan semacam itu akan mengesampingkan budaya tradisional yang ada, yang notabene merupakan warisan nenek moyang yang wajib dijaga serta dirawat oleh segenap masyarakat tanah air. Terutama bagi regenerasi muda, yang merupakan aset berharga sekaligus calon pemimpin bangsa. Yang akan menjadi perintis jalan kebenaran untuk kemaslahatan umat. Supaya budaya peninggalan para leluhur dahulu dapat dipertahankan dari kebinasaan.
Namun apa mau dikata, realitas berbicara lain. Bukannya menjunjung tinggi nilai-nilai tradisi yang ada, tapi malah terjebak dalam kubang budaya populer. Dengan segala ingar-bingar kemewahan. Ironisnya lagi, sudah menjadi “gaya hidup” anak muda zaman sekarang. Hal yang paling mendasarinya adalah; busana, gaya rambut, cara bicara dan makanan, yang beraromakan pop. Tanpa disadari secara perlahan diadopsi oleh kehidupan Indonesia itu sendiri.
Sungguh memprihatinkan lagi, munculnya budaya pop juga kian diadopsi oleh sebagian mahasiswa. Yang katanya agen perubahan (agen of change). Tak pelak, gaya hidupnya pun ikut pada irama gerakan modern. Kampus tak lagi menjadi tempat mengais pengetahuan, tapi kian menjelma ajang show layaknya mal. Dan menjadi tempat pameran kemewahan yang diimpor oleh produk luar.

Budaya Pop merupakan gaya hidup trend kontemporer. Selain menarik, juga karena memiliki daya pikat yang lebih tinggi. Dan banyak disukai oleh sebagian golongan. Apalagi dalam budaya kawula muda khususnya. Seiring waktu berjalan, ragam produknya mulai berkembang di Indonesia. Tidak hanya di pusat, bahkan sudah merembes hingga pelosok. Mulai dar busana, baik itu baju, celana, kemudian dipermak seindah mungkin layaknya fashion budaya pop.
Masuknya Budaya Pop juga tidak lepas dari peran media, karena merupakan salah satu instrumen penghubung hingga menjamurnya mode populer di Indonesia. Baik via televisi, majalah remaja, VCD player dan lain sebagainya. Dan ini semua tidak lepas dari intervensi pemilik modal yang sengaja memanfaatkan kesempatan yang terbuka demi meraup keuntungan yang lebih besar.
Budaya Populer sengaja didesain seindah mungkin agar generasi muda tergiur serta dapat merangsang rasa ingin memiliki atas produk yang mereka tawarkan. Akhirnya, anak-anak muda lebih memilih kepada nilai simbolik dengan segala pernak-pernik yang ada, bukan lagi pada nilai substansial dari barang tersebut.
 Sebagian ada yang mengatakan Budaya Pop lebih identik dengan ke- Indonesiaan, tetapi pemikiran mereka lebih cenderung Holliwood. Inilah yang membedakan dengan kebudayaan Indonesia. Di Indonesia sendiri gaya hidup pop juga dibilang lebay” dan terlalu berlebihan dan sangat dipuja. Sampai rela-relain beli alat aksesoris yang mahal demi mengikuti trendnya mode pop yang lagi membooming istilah anak muda sekarang. Sehingga muncul dengan istilah I-pop (Indonesia pop).  
 Kehadiran Budaya Pop ke-Indonesia pengaruhnya sangat besar, dan dapat memberi ancaman atas eksistensi kebudayaan sendiri. Apalagi kurangnya pemahaman serta pikiran terhadap nilai-nilai tradisional yang ada. Secara finansial, juga menguntungkan negara luar, dan meningkatkan produk-produk mereka seperti produksi akses komunikasi; HP Samsung, galaxy tech, yang signifikan.
 Budaya Pop juga menjadi medium komunikasi simbolik. Supaya tidak terjebak dalam pandangan konvensional, budaya tradisional dianggap kuno atau ketinggalan zaman dan tidak menarik. Kebudayaan dan masyarakat merupakan dua bentuk yang tidak dapat dipisahkan. Begitu juga kebudayaan dalam sebuah masyarakat tidak dapat dipisahkan dengan komunikasi. Komunikasi penting bagi inovasi budaya dan budaya penting untuk kelangsungan hidup manusia. Melalui komunikasi kita membangun budaya, ketika berkomunikasi dengan yang lain.
  Budaya juga perlu dipahami secara dinamis. Yakni serangkaian ide, reaksi, yang berubah secara spontan dengan orang atau dengan kelompok itu sendiri. Budaya juga sebagai medium untuk menghubung antara individu pribadi dan komunitas kecil dengan kelompok yang lebih besar melalui nilai dan pemahaman itu sendiri. Esensi dari budaya merupakan pola perilaku masyarakat yang tertanam dalam bentuk simbolik. Di dalamnya terdapat tindakan maupun pola perilaku dalam tatanan kehidupan sosial.
  Inilah yang menjadi tanggung jawab kita semua untuk ke depan sebagai bangsa yang memiliki kebudayaan sendiri. Dan menjadi tantangan bagi para intelektual muda agar tidak terperangkap ke dalam kubangan Budaya Pop. Agar budaya dan tradisi yang ada dalam masyarakat Indonesia tidak kehilangan eksistensinya. Sebagai Bangsa yang dinamis tidak serta merta menolak begitu saja dengan hal-hal baru, karena itu adalah bagian dari kemajuan. Namun, semangat kemajuan juga wajib disingkronkan dengan budaya tradisional agar tetap bisa bertahan di tengah kepopuleran budaya pop.

Tidak ada komentar: